Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Terdiri
dari 33 provinsi dan dua di antaranya adalah daerah istimewa, Indonesia
memiliki kekayaan alam dan budaya yang mengesankan. Dari ratusan budaya di
Indonesia, terdapat salah satu budaya di Indonesia bagian timur dari kesultanan
Ternate Maluku Utara.
Ternate merupakan sebuah kota yang bertempat di Pulau
ternate provinsi Maluku Utara. Tempat yang dulunya adalah kesultanan yang besar
di Nusantara ini, kini merupakan suatu kota yang padat yang terdapat Gunung
Gamalama yang merupakan gunung api yang masih aktif di tengahnya. Ternate
pernah menjadi ibukota provinsi sebelum berpindah ke kota Sofifi, namun
gedung-gedung administrasi dan pemerintahannya masih berdiri di sana.
Untuk menuju ke Ternate bisa melalui jalur laut atau jalur
udara. Untuk jalur lautnya bisa ditempuh dengan kapal feri atau dengan
menggunakan speed boat dengan pelabuhannya dinamakan pelabuhan Bastiong, sedangkan
untuk perjalanan udara dapat ditempuh dengan pesawat komersil yang akan
mendarat di bandara Babulloh.
Saat disana mungkin hal yang akan dituju pertama kali adalah
penginapan. Disana terdapat beberapa hotel dan penginapan yang terdapat di
Tanah tinggi. Harganya bervariasi tergantung fasilitas yang ditawarkan hotel di
sana.
Selesai beristirahat maka waktunya untuk berwisata kuliner.
Ternate memiliki kekayaan kuliner yang beraneka ragam. Terdapat rumah makan
yang menghidangkan masakan khas Ternate dan menyuguhkan pemandangan alam yang
indah dari atas bukit, terdapat juga warung-warung makan yang beroperasi di
malam hari yang terletak di swearing. Mereka menyuguhkan papeda, ikan woku dan
colo-colo, serta makanan khas ternate lain yang dijamin mengandung banyak
rempah-rempah.
Setelah puas berwisata kuliner, waktunya untuk berjalan-jalan mengelilingi pulau Ternate. Di
Ternate terdapat kerajaan yang masih terawat secara baik di tengah kota,
orang-orang menyebutnya kadaton. Kadaton dipimpin oleh seorang sultan dan tentu
saja memiliki perangkat-perangkat kerajaan yang setia. Bukan Indonesia namanya
kalau tidak ada yang berbau mistis, maka kadaton pun juga memiliki legenda yang
masih dipercaya oleh masyarakat di sana, yaitu mahkota kerajaannya memiliki
rambut yang terus tumbuh walaupun dipotong. Legenda tersebut memiliki daa tarik
tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke sana.
Beberapa kilometer dari kadaton terdapat danau yang disebut
danau Tolire. Alkisah mengatakan bahwa pada zaman dahulu terdapat sebuah desa.
Penduduk desa tersebut sedang berpesta dan bermabuk-mabukan dan menghilangkan
kesadaran kepala desa. Tanpa sadar karena dilanda mabuk, kepala desa tersebut
memperawani anak perempuannya sendiri, maka Tuhan pun marah dan desa itu ditenggelamkan
dan sekarang menjadi danau tolire Besar dan danau Tolire kecil. Tidak ada yang
tahu pasti tentang kebenaran cerita turun-temurun itu, namun jika pengunjung
melemparkan batu ke arah danau maka batunya akan kembali ke arah pelemparnya.
Tempat wisata lain yang terdapat di Ternate adalah batu
angus dan benteng peninggalan belanda. Pengunjung juga dapat menikmati wisata
rohani di sana. Banyak masjid-masjid yang berdiri di sepanjang jalan Ternate
dan masjid yang paling besar adalah masjid Al-Munawar. Untuk pengunjung yang
beragama Islam, maka kurang pas kiranya jika belum berkunjung ke masjid itu dan
beribadah di sana.
Setelah puas
berjalan-jalan, waktunya untuk belanja oleh-oleh khas Ternate. Disana terdapat
Mall di daerah Swearing yang menyediakan keperluan sehari-hari, terdapat juga pusat
oleh-oleh besi putih yang menjadi ciri khas Ternate. Jika wisatawan
menginginkan oleh-oleh jajanan disana, terdapat toko di dekat pelabuhan Ahmad
Yani.
Ternate merupakan pulau yang tidak terlalu luas dan
perjalanan keliling pulau dapat diselesaikan dalam waktu satu hari, namun
dibalik itu terdapat kekayaan budaya sebagai simbol dari kejayaan kesultanan
Ternate masa lampau. Kekayaan budaya itulah yang menjadi bagian dari kekayaan
budaya Indonesia yang harus tetap dilestarikan sampai anak cucu kita.